'Call of Duty' Sebabkan Pemboman Bandara Moskow?

Minggu, 30 Januari 2011

Media Rusia tengah menganalisa kemungkinan benang merah antara aksi bom bunuh diri Bandara Domodedovo dengan game komputer Call of Duty: Modern Warfare 2.

Setidaknya 35 orang tewas akibat insiden bom bunuh diri di Bandara Domodedovo, Moskow, Rusia pekan lalu. Acara berita Russia Today belum lama ini membandingkan adegan terkenal game Call of Duty yang berlatar bandara dengan kondisi asli Domodedovo setelah insiden ledakan.

Memang terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Pada game Call of Duty, adegan serangan di bandara tidak melibatkan ledakan bom, melainkan senjata mesin. Kendati demikian, media Rusia tidak bisa mengingkari adanya kemiripan antara game tersebut dengan ledakan bom di Bandara Domodedovo.

Sebelum dirilis pada 2009 lalu, Call of Duty: Modern Warfare 2 memang mencuatkan kontroversi, menyusul bocornya footage yang mengajak pemain untuk bergabung dengan kelompok teroris ultranasionalis Rusia yang tengah merencanakan serangan massal di bandara.

"Call of Duty menjadi kenyataan yang mengejutkan. Mengingat banyaknya orang yang mengunduh, memainkan atau menyaksikan game tersebut, anda harus mempertimbangkan kemungkinan seseorang berniat mengubahnya menjadi kenyataan," ujar pembawa acara Russia Today sebagaimana dikutip Stuff, Kamis (27/1/2011).

Ahli terorisme Amerika Serikat Walid Phares mengungkapkan, game komputer bisa mempengaruhi strategi yang dijalankan kelompok teroris.

"Isu yang harus kami ketahui saat ini adalah, apakah teroris dan ekstrimis menggunakan video, DVD atau game seperti ini untuk mengaplikasikannya dalam strategi mereka. Saya pikir, bagi mereka yang memang berpikiran radikal, game seperti ini bisa dijadikan acuan untuk mereka berlatih," jelas Phares.

Meski begitu, klaim Russia Today juga mendapatkan banyak kritik dari publik. "Sadarlah, satu-satunya yang pantas disalahkan adalah pemikiran sakit dan sinting dari teroris yang bersangkutan," demikian komentar salah seorang pemirsa pada situs Russia Today.

"Saya yakin teroris telah kehabisan ide tentang cara membunuh orang sehingga kini mereka mencari inspirasi melalui video game. Jika anda ingin membunuh banyak orang, anda tidak perlu video game untuk memikirkan rencana seperti mengirimkan pelaku bom bunuh diri ke bandara," tulis lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Please leave a comment about this article

 
SiniSalo Blog © 2011 | Designed by Ndra Ringo